Dulu = Sashimi, Sekarang = Masih Sashimi
Monday, January 17, 2011 x 6:13 AM
Gue lupa kapan tepatnya gue pertama kali dicekokin masakan Jepang bernama Sashimi. Ya, Sashimi yang dikenal juga dengan daging atau ikan mentahnya.
Sampai beberapa waktu yang lalu, hanya memori buruk tentang sashimi yang melekat di otak gue. Bagaimana tidak?
Bayangin, saat gue duduk di bangku sekolah dasar, nyokap mengajak gue ke restoran Jepang (which is Ichiban Sushi) dan memesan sashimi boat. Awalnya gue terkesan.... sangat terkesan dengan keindahan dan keunikan makanan Jepang tersebut. Gue yang begitu polos (cenderung bodoh) masih tidak tahu kalau sashimi adalah mentah... Jadi, gue mulai mengambil 1 potong sashimi tanpa terjijik-jijik seperti orang pada umumnya.
Potongan sashimi itu gue masukkan ke dalam mulut gue...
Gue mengunyahnya....
Perlahan....
Dan gue gak ngerti apa enaknya itu makanan. Rasanya hambar...
Lalu nyokap gue tersenyum pada gue, senyum dewasa yang selalu menangkan gue. "Kamu abisin semua yah..mama tungguin..."
WHAT!!
Gue shock! Daging hambar ini? 1 Perahu sendiri? Mom, are u kidding?
Ternyata dia gak bercanda....
Biarpun gue udh eneg dan mengeluarkan tampang "Please, Mom, gue gak kuat lagi....perut gue mau meledak rasanya..." nyokap gue malah menyemangati gue... "Ayo, tinggal sedikit.... satu lagi, satu lagi... satu lagi..."
*terkapar*
Hal ini berlanjut terus menerus. Nyokap gue percaya bahwa sashimi, terutama ikan salmonnya memiliki khasiat yang baik untuk pertumbuhan otak. Sedangkan menurut gue, saat-saat pergi ke restoran Jepang membuat gue merasa dilempar ke jurang yang paling dalam.
Beberapa waktu yang lalu, setelah gue berhasil meloloskan diri bertahun-tahun dari Sashimi....Tiba-tiba gue diajak ke restoran Jepang, entah oleh siapa. Di sana gue kembali menyantap Sashimi meskipun bukan Sashimi Boatnya.
Sejak saat itu, gue mulai tergerak untuk datang ke restoran Jepang sendiri. Gue kembali makan di restoran Jepang tetapi tidak memesan sashimi boatnya. Gue tetep muntab sama sashimi boat.
Labels: food, personal experience